Hidup sebagai korban NPD
Apa Itu NPD?
Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Orang dengan NPD seringkali memanipulasi atau mengontrol orang di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Menjadi Korban NPD
Banyak orang yang hidup atau bekerja dekat dengan individu NPD mengalami dampak psikologis yang serius. Korban sering merasa:
- Tidak berharga karena terus-menerus diremehkan.
- Bingung akibat gaslighting (diputarbalikkan fakta hingga ragu pada diri sendiri).
- Terkuras energi karena harus selalu menyesuaikan diri dengan tuntutan pelaku.
- Terisolasi dari lingkungan sosial karena manipulasi yang membuat mereka menjauh dari orang lain.
Dampak Jangka Panjang
Korban NPD bisa mengalami:
- Rasa cemas dan depresi.
- Hilangnya kepercayaan diri.
- Trauma emosional yang sulit dipulihkan.
Cara Bertahan
- Kenali tanda-tanda NPD agar tidak terjebak lebih dalam.
- Tetapkan batasan (boundaries) dalam hubungan.
- Cari dukungan dari teman, keluarga, atau komunitas yang memahami.
- Pertimbangkan bantuan profesional seperti konseling atau terapi
Di awal perkenalan, saya tidak pernah ada sedikit pun berpikir jahat terhadap lelaki yang sekarang sudah menjadi mantan suami saya. Dia pria baik, sopan, agamanya kuat, dan saya lihat dia sesayang itu kepada anak-anak saya. walaupun itu bukan anak kandung dia.
Masuk 5 bulan pernikahan, saya baru merasakan kekerasan dalam rumah tangga. dari mulai teriakan, cacian dan makian. Yang paling sakit itu, masuk ke pernikahan kami 3 tahun, dia mulai menuduh saya berselingkuh, padahal sama sekali dan demi Allah saya tidak pernah ada sedikit pun untuk berselingkuh. Pernah terjadi pada saat saya hamil anak ketiga, dia samperin saya ke kantor dan membawa pulang paksa saya ke rumah, memarahin saya, dan menuduh saya selingkuh . Akhirnya saya sudah tidak kuat lagi menghadapi semua siksaan dari dia. Saya telepon Bapak saya dan memberitahu semua kondisi saya.
Sejak saya menikah, saya merasa tidak ada kebebasan untuk bertemu keluarga saya dan ngumpul-ngumpul dengan teman-teman saya. Sampai 3 tahun penikahan, dia mulai menyakiti saya. Dia mulai memukul saya sampai kesabaran saya habis. Saya bilang sama dia, CUKUP. Ini yang terakhir. Saya sudah tidak kuat hidup sama kamu. Saya mau pisah saja. Akan saya laporkan kamu ke polisi, dan saya bungkus semua pakaian, dan 3 anak saya bawa pergi. Setelah saya mau mengangkat barang, saya dia bersujud, minta saya jangan pergi, dan memohon maaf. Saya pikir dia kan berubah, akhirnya saya urungkan niatnya untuk berpisah. Dan dari situ dia tidak memukul saya lagi.
Masuk ke pernikahan kami yang ke-4 tahun di bulan Agustus tahun 2025, dia bertingkah mulai tebar pesona dengan perempuan bernama Dini. Dia karyawan baru di pabrik roti di daerah Cibitung, dan ternyata Tuhan baik sekali sama saya. Di tanggal 1 September 2025, dia ketahuan selingkuh, chat dengan perempuan itu . Saya tanya, dia bilang cuma teman. Saya tanya ke perempuan, sepertinya sudah direncanakan sama mereka berdua. Akhirnya saya percaya. Kupikir sudah selesai. Ternyata, tgl 7 September 2025, mereka ketahuan lagi chat mesra. Kali ini gak bisa dimaafkan. Akhirnya saya marah besar. Saya suruh perempuan itu ke rumah. Mereka berdua sudah ketar-ketir. Akhirnya, perempuan itu ke rumah, minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Saya tawarkan, kalau mau silakan ambil suami saya. Saya ikhlas, silakan, tapi dia bilang tidak mau dan minta maaf . Saya fikir sudah selesai, ternyata mereka masih dan makin menggila.
Mulai mantan suami saya berkelakuan aneh. Dia melakukan silent treatment, saya yang berjuang untuk pernikahan saya agar tidak selesai dan berusaha menarik dia kembali ke jalan yang benar, ternyata tidak bisa sampai dia punya hutang pinjol. Saya bayar, dan dia berjanji akan baik. Ternyata hanya seminggu saja baik; sisanya dia balik lagi, kambuh, bohong, selingkuh, tidak jujur. Akhirnya saya menyerah tgl 22 Desember 2025. Aku minta ditolak karena saya sudah tidak sanggup hidup dengan dia. Biar saya pergi dengan rasa sakit hati. Saya sudah ikhlas berpisah dengan dia. Akhirnya, tgl 25 Desember saya keluar dari rumah kami dan saya mengontrak.
Saya hanya berdoa kepada Allah agar luka batin saya sembuh dan saya mengikhlaskan semuanya tentang perlakuan buruk dia ke saya. Saya hanya memohon kepada Allah, jadikan saya wanita kuat dengan ketiga anak saya. Selama saya pisah, dia bilang untuk introspeksi diri, dan dia minta jangan cerai, minta kembali rujuk, tapi saya berpikir lagi. Saya sudah nyaman sendiri dan dapat ketenangan batin yang luar biasa. Akhirnya dia memblokir no wa saya. saya terima memang kami bayak bertengkar karena selepas saya kelaur dari rumah dia mulai selingkuh dan sempat tetanga liat dia pulang dengan perempuan tengah malam. Mungkin itu yang buat dia kesal, akhirnya di-block lah nomor saya. saya hanya diam.
selang 3 minggu allah jatuhkan Karma berat kedia. Dia tersangkut korupsi di kantor dengan nilai sudah lebih dari ratusan juta dan ternyata utang pinjolnya pun ratusan juga. Dan dia diproses oleh kantornya dan terkuaklah semua kebohongan dia selama ini. Bayak yang menyampaikan jika dia sudah lama pisah dengan istrinya dan dia juga sempat menjelek-jelekkan saya. Intinya, saya sudah dijelekkan nama baik saya di seluruh kantor dia, tetapi Allah baik, Allah jawab semua kebohongan dia. Dia dipecat dari kerjaan secara tidak hormat dan diproses ke polisi. Semua barang di rumah kami sudah dijual karena dia terjerat utang dan masih hobi main trading yang tidak ada hasilnya, hanya menghasilkan utang ratusan juta. Tapi dia bilang sama orang-orang kalau dia ditinggal istrinya karena banyak utang, padahal utangnya untuk kebutuhan bulanan ekonomi rumah tangga. Padahal itu bohong; selama saya menikah oleh dia, saya lah. Istilah meng-cover kebutuhan rumah tangga sampai ongkos, dia pun saya yang tanggungan kebutuhan anak-anak juga. gaji dia habis untuk dipakai sendiri dan cicilan rumah kadang rumah saya juga yg mencicil.
sejahat itu dia sama saya, menjelek2an saya di semua orang, merasa menjadi korban, berbohong tidak jujur tentang keuanga. yg makin sakit adalah saya yg berjuang tapi perempuan lain yg dia perjuangkan dari dia transfer duit 10jt samapai perhatian pun di kasih saya sangking mandirinya ada dia bertanya tentang saya klo sakit sedangkan perempuan lain sampai di transfer duit untuk berobat 2x betapa kecewanya saya dan sakit hatinya. makanya langsung tuhan yg balas. saya sudah melepas semua masa lalu saya.
karena orang NPD itu bikin kita seperti orang stress dan trauma saya berusaha bangkit dan hanya berdoa sama Allah agar bisa sembuh dan hidup normal alhamdulillah 2 bulan saya pisah olehnya saya bisa bangkit dan allah kasih kemudahan dan juga limpahan rizki dan kuangan yg meningkat mungkin akrena tuhan tahu saya mecukupi kebutuhan 3 anak saya tanpa bantuan dia. hidup dengan orang NPD melelahkan dan sakarang saya nyaman dengan kondisi saya yg sekarang. saya sudah bahagia dengan diri saya dan anak2.
agar sehat satu jalannya : Melepaskan dia dan kembali bangkit.